Info
-
Pak Ngah, Legenda Pencipta Lagu Melayu
Di Malaysia dan Indonesia, lagu terkenal Cindai di tahun 1998 yang dinyanyikan Siti Nurhaliza tak lepas dari Pak Ngah sebagaiĀ penciptanya. Dia memang komposer dan arranger legendaris dari Malaysia. Untuk lagu Cindai ini, Pak Ngah berhasil mendapatkan dua penghargaan di The 13th Song Champion Award. Cindai mendapatkan penghargaan Etnis Kreatif Terbaik dan Pemenang Keseluruhan. Kerjasama
-
Lirik Lagu Sirih Kuning
Lagu Sirih Kuning adalah salah satu lagu daerah Betawi yang sering menjadi alunan ngibing. Ngibing maksudnya laki-laki yang tetiba menari bersama penari di panggung pada satu pertunjukan. Ada pula beberapa lagu lain yang biasa digunakan ngibing, seperti Kramat Karem, Kacang Buncis, dan lagu-lagu bertema sayur lainnya. Awalnya dinyanyikan dengan iringan musik gambang kromong. Sejarah orkes
-
Lirik Lagu Laksmana Raja di Laut
Lagu Laksmana Raja di Laut adalah lagu yang dipopulerkan oleh Iyeth Bustami pada tahun 2003. Pada tahun 2005 lagu ini sempat membuat kontroversi antara Iyeth dengan Nurman Yahya yang mengklaim sebagai pencipta lagu. Sementara di album hanya mencantumkan NN. Iyeth beralasan lagu tersebut adalah milik masyarakat Melayu. Pengadilan akhirnya memutuskan melodi lagu ini mirip lagu
-
Pantun sebagai Tradisi Lisan di Nusantara
Tradisi lisan merupakan budaya yang dihasilkan dalam bentuk pesan atau kesaksian yang disampaikan turun-temurun lintas generasi. Tradisi ini disampaikan melalui ucapan, mantra, pidato, nyanyian, dan dapat berbentuk pantun, cerita rakyat, nasihat, balada, atau kidung atau lagu. Sebagai sumber pengetahuan, maka tradisi lisan harus dilestarikan sebagai sumber sejarah. Kemdikbudristek mencatat ada 4.521 tradisi lisan di nusantara,
-
Umpasa sebagai Tradisi Lisan Batak Toba
Umpasa adalah pantun berasal dari Batak Toba, sebagai tradisi sastra lisan yang masih hidup dan berperan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Umpasa juga merupakan ungkapan atau permohonan kepada Tuhan pada saat upacara adat berlangsung. Sebagai ungkapan masyarakat tradisional, umpasa dapat dikelompokkan ke dalam genre foklor lisan yang terikat pada berbagai aturan yang ditetapkan. Yaitu larik,