tradisi lisan
-
Tradisi Lisan dan Pengetahuan Masyarakat Pesisir: Pelajaran dari Smong dan Sasi
Masyarakat pesisir Austronesia, termasuk di Nusantara, hidup dalam ruang yang penuh ketidakpastian. Cuaca ekstrem, perubahan musim, dan risiko bencana laut. Dalam konteks ini, tradisi lisan tidak sekadar berfungsi sebagai cerita atau mitos, melainkan sebagai sistem pengetahuan praktis yang diwariskan lintas generasi. Melalui cerita, pantun, petuah, dan larangan adat, masyarakat pesisir menyimpan pengetahuan tentang mitigasi bencana,
-

Pabetei dan Tradisi Lisan di Mentawai
“Oik arat uma bakkat laggai, minou oinan simagere rogga mangat. Kira simagere rogga naep, uma bakkat masi manalak maragal.” Terjemahan: “Jika kamu menebang pohon, jangan lupa meminta izin kepada roh penjaganya. Jika tidak, roh penjaga itu bisa marah, dan pohon itu dapat membawa bencana bagi kita semua.” “Oik sanai uma bageu laggai, oinan simagere sipauma sisauru.
-
Pantun sebagai Tradisi Lisan di Nusantara
Tradisi lisan merupakan budaya yang dihasilkan dalam bentuk pesan atau kesaksian yang disampaikan turun-temurun lintas generasi. Tradisi ini disampaikan melalui ucapan, mantra, pidato, nyanyian, dan dapat berbentuk pantun, cerita rakyat, nasihat, balada, atau kidung atau lagu. Sebagai sumber pengetahuan, maka tradisi lisan harus dilestarikan sebagai sumber sejarah. Kemdikbudristek mencatat ada 4.521 tradisi lisan di nusantara,